Pergudangan maritim telah mengalami transformasi fundamental sejak era perdagangan kuno hingga era digital saat ini. Menurut Notteboom et al. (2021) dalam Maritime Economics & Logistics, evolusi pergudangan maritim dapat dibagi menjadi empat fase utama:
Fase 1: Era Tradisional (Pra-1960) Pergudangan berfungsi sebagai tempat penyimpanan sederhana dengan operasi manual. Gudang pelabuhan pada era ini umumnya berupa struktur kayu atau batu dengan kapasitas terbatas dan sistem pencatatan manual.
Fase 2: Era Mekanisasi (1960-1990) Introduksi kontainerisasi oleh Penggunaan forklift, crane, dan sistem racking meningkatkan efisiensi operasional hingga 300% (Christopher & Peck, 2020).
Fase 3: Era Otomasi (1990-2010) Implementasi Warehouse Management System (WMS) pertama kali dan penggunaan barcode scanner mengubah paradigma manajemen inventori. Akurasi inventori meningkat dari 60% menjadi 95% (Wang et al., 2019).
Fase 4: Era Smart Warehouse (2010-Sekarang) Integrasi teknologi IoT, AI, dan robotika menciptakan autonomous warehouse. Amazon memimpin dengan 200.000+ robot di fasilitas mereka, mengurangi waktu picking hingga 75% (Zhang et al., 2022).









Be the first to review “Buku ajar manajemen pergudangan”