Pengukuran dan Parameter Keselamatan Kesehatan Kerja

Rp135.000,00

Sebuah analisis pengukuran kelelahan pada pekerjaan. Suma’mur (2009:363) mengemukakan pada suatu pekerjaan, tidak berat atau ringan, produktifitas mulai menurun sesudah 4 jam bekerja. Keadaan ini terutama sejalan dengan menurunnya kadar gula di dalam darah. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan istrahat dan diberikan kesempatan untuk makan yang meninggikan kembali kadar gula darah sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi tubuh bagi keperluan melakukan pekerjaan. Maka dari itu, istirahat setelah 4 jam bekerja terus-menerus sangat penting artinya.

Menurut Poppy Anjelisa Z., Hsb, M.Si, Apt, dalam sebuah artikel mengenai kelelahan tahun 2009, kelelahan dapat diklasifikasikan dalam tujuh bagian yaitu :

  1. Kelelahan visual, yaitu kelelahan yang terjadi pada mata
  2. Kelelahan tubuh, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
  3. Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pikiran dan perasaan
  4. Kelelahan saraf, yaitu kelelahan yang disebabkan tekanan yang berlebihan pada salah satu bagian sistim psikomotor
  5. Pekerjaan yang bersifat monoton
  6. Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
  7. Kelelahan sirkadian, yaitu kelelahan yang terjadi akibat irama sirkadian misalnya ritme siang-malam, pagi-sore.
wws Pesan via WhatsApp

sebuah buku referensi yang menganalisis tentang pengukuran kesehatan meliputi pengukuran denyut nadi, pengukuran kelelahan, pengukuran antropometri, pengukuran getaran, pengukuran penerangan, kebisingan, pendengaran. Buku ini dilengkapi dengan teori, sistem kerja, dan praktikumnya.

 

Category:

Customer Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Pengukuran dan Parameter Keselamatan Kesehatan Kerja”

Your email address will not be published. Required fields are marked *